SKRIPSI BAB I

 METODE PEMBELAJARAN ILMU SHOROF YANG EFEKTIF PADA PONDOK PESANTREN NURUL HUDA BANAT 

(  Desa Simbang Kulon Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan)


BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Metode adalah suatu cara kerja yang disusun secara sistematik dan umum, terlebih dalam persoalan pencarian kebenaran ilmiah. Tarigan berpendapat bahwa metode merupakan rencana keseluruhan bagi penyajian bahasa secara rapih dan tertib dan tidak ada bagian yang kontrakdiksi. 

Adapun pengertian dari pembelajaran adalah suatu upaya mengorganisasikan lingkungan guna menciptakan kondisi belajar.  Serta merupakan kombinasi yang tersusun atas unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, dan prosedur yang saling mempengaruhi tujuan pembelajaran.

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh setiap manusia. Adanya bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasi diri.  Berbahasa sebagai aktivitas sosial serta bahasa pengantar dalam berkomunikasi yang memegang peranan penting dalam berbagai ranah, seperti pemerintahan, keluarga, agama, etnik maupun pendidikan. 

Dalam ranah pendidikan terutama pada proses pembelajaran penggunaan bahasa pada dasarnya menggunakan bahasa yang jelas dan dapat dipahami. Sebagai pendidik harus memiliki tanggung jawab dalam memberikan informasi sesuai kaidah penggunaan bahasa agar dapat dipahami oleh peserta didik. Sehingga berbagai cara ditempuh oleh seorang pendidik. Mulai dari memilih metode hingga sampai permainan agar peserta didik tidak merasa jenuh dalam proses pembelajaran. Salah satunya yaitu dengan menggunakan lebih dari satu bahasa atau biasa disebut dengan kedwibahasaan.

Kebahasaan merupakan kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa atau kemampuan berbicara dua bahasa yang sama atau hampir sama baiknya. Dalam mempelajari bahsa Arab kita harus menemui kata kuncinya dulu, kata kunci tersebut bisa kita dapatkan dengan mempelajari ilmu sharaf.

Sharaf atau dibaca shorof merupakan satu cabang ilmu tata bahasa Arab. Secara bahasa shorof diartikan sebagai “Perubahan”. Perbuhan kata ini dalam perakteknya disebut tashrif. Mengetahui sharaf atau mengkaji bentuk perkataan adalah sangat penting dalam mempelajari bahasa Arab karena dalam perubahan bentuk atau „Sighah‟ suatu perkataan, maka arti perkataan itu akan berubah. Jika dalam bahasa indonesia kita akan menemukan contoh perubahan kata tulis menjadi menulis-tulisan-ditulis. Maka ilmu sharaf juga akan membahas bentuk perubahan suatu kata dasar menjadi kata yang lain. Meskipun terjadi perbedaan pendapat, umumnya ulama dalam ilmu sharaf menjadikan fi’il madhi sebagai dasar dari suatu kata. Fi’il madhi inilah yang akan berubah menjadi kata yang lain. Bentuk perubahan kata dalam bahasa Arab ada 35 bab. Setiap bab memiliki bentuk perubahan yang spesifik. Dan dari 35 bab terbagi menjadi beberpa jenis berdasarkan jumlah huruf yang menyusun kata dasarnya. Salah satu di antaranya adalah ats tsulatsy al mujarrod (tersusun dari tiga kata saja yang terdiri dari 6 bab. Untuk mentashrif suatu kata harus mengetahui wazan kata itu, setelah mengetahui wazan, kemudia melakukan tashrif dari kata itu dengan mengikuti pola-pola kata dari wazan. Karena banyaknya bentuk perubahan kata dalam bahasa Arab santri mengalami kesulitan dalam melakukan tashrif suatu kata dalam bahasa Arab.

Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan dan pengajaran agama Islam yang bersifat tradisonal untuk mempelajari, memahami, mendalami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman kehidupan sehari-hari.  Berbagai materi yang dikaji adalah ilmu-ilmu agama, seperti fiqih, tauhid, hadits, tata bahasa Arab (nahwu) dan lain-lain.  Kurikulum yang dikembangkan pesantren pun berdasarkan standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan keagamaan yang dapat mengembangkan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kemampuan.

Pada umumnya pembelajaran di pesantren menggunakan kitab 

karena kitab tersebut merupakan yang membahas tentang dasar-dasar ilmu nahwu.

Oleh karena itu, peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Metode Pembelajaran Ilmu Shorof yang Efektif Pada Pondok Pesantren Nurul Huda Banat Desa Simbang Kulon Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan” .

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka fokus peneliti dalam skripsi ini adalah bagaimana membangun media pembelajaran ilmu shorof  di desa Simbang Kulon Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan agar lebih efektif dalam proses belajarnya.

C. Tujuan Penelitian

Maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk membangun sebuah media pembelajaran ilmu shorof agar lebih efektif dalam proses belajarnya.

Sedangkan tujuan yang akan dicapai dari tugas akhir ini adalah :

1. Memdahkan santri dalam mengetahui wazan dan tashrif lengkap dari suatu kata dalam bahasa Arab.

2. Memudahkan santri dalam belajar ilmu shorof.

3. Menambah minat santri dalam belajar ilmu shorof

4. Memudahkan ustadz dalam menyampaikan materi pembeljaran ilmu shorof.

D. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, maka hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang baik dalam bidang teoritis maupun bidang praktis, adapaun manfaat penelitian yang di harapkan adalah sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

Keguanaan teoritis penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat serta dapat menambah pengetahuan terutama tentang teori ilmu shorof sendiri.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi peneliti

Mendapatkan peningkatan keilmuan dan pemahaman baru serta pengembangan ilmu, terutama bagi peneliti sendiri dalam memahami masalah-masalah yang berkaitan dengan ilmu shorof dalam pembelajaran.

b. Pendidik

Memberikan informasi baru tentang metode pembelajaran dalam prose pembelajaran ilmu shorof.

c. Peserta didik

Diharapkan memiliki manfaat bagi peserta didik untuk memberikan pengetahuan baru tentang proses pembelajaran yang diberikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

حوار القرآن

Surat Lamaran